Sampah Plastik di Mojokerto Diolah dengan Pirolisis dan Energi Surya, Seperti Apa Teknologinya?
Persoalan sampah plastik kembali mendapatkan perhatian melalui sebuah inovasi yang dikembangkan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa Wisata Kembangbelor di Kecamatan Pacet kini menjadi lokasi pengembangan sistem pengolahan sampah plastik yang menggabungkan teknologi pirolisis dengan pemanfaatan energi surya.
Program tersebut dikembangkan oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bersama sejumlah mitra. Konsepnya tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mencoba mengubah material yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung kebutuhan energi.
Dari Sampah Plastik Menjadi Bahan yang Lebih BernilaiSistem yang dikembangkan di Kembangbelor menggabungkan beberapa tahapan, mulai dari pemilahan dan pencacahan plastik hingga proses pirolisis dan refinery. Material yang sudah dipisahkan dapat diarahkan sesuai karakteristiknya, baik untuk dijual sebagai hasil cacahan maupun diproses lebih lanjut melalui teknologi pirolisis.
Konsep tersebut menarik karena pengelolaan sampah tidak berhenti pada tahap pengumpulan. Plastik yang telah dipilah dapat memiliki nilai ekonomi berbeda dibandingkan ketika masih tercampur dengan sampah lainnya.
Dalam laporan mengenai program tersebut, PENS menjelaskan bahwa hasil pengolahan juga berpotensi dimanfaatkan kembali untuk membantu mendukung operasional sistem. Pendekatan ini membuat pengelolaan sampah dikembangkan sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar kegiatan pembuangan atau pemindahan sampah.
Apa Itu Pirolisis Plastik?Pirolisis merupakan proses termal yang menguraikan material melalui pemanasan dalam kondisi dengan oksigen yang sangat terbatas. Dalam pengolahan plastik, teknologi ini dapat digunakan untuk mengubah jenis material tertentu menjadi produk lain, termasuk fraksi minyak dan material padat.
Teknologi tersebut berbeda dengan proses daur ulang mekanis yang biasanya dilakukan dengan memilah, mencacah, membersihkan, dan memproses kembali plastik menjadi material yang dapat digunakan untuk produk baru.
Karena karakter setiap jenis plastik berbeda, proses pengolahan juga membutuhkan pemilahan dan pengendalian yang tepat. Tidak semua sampah plastik dapat diperlakukan dengan cara yang sama.
Energi Surya Ikut Dimasukkan ke Dalam SistemHal lain yang membuat proyek di Kembangbelor menarik adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam ekosistem pengolahan sampahnya.
Dengan memanfaatkan energi matahari, sebagian kebutuhan energi untuk sistem pencacahan dapat diarahkan menggunakan sumber energi terbarukan. Program tersebut bahkan mengembangkan dua sistem pencacahan dengan sumber tenaga yang berbeda, termasuk sistem yang memanfaatkan energi dari hasil pirolisis dan sistem berbasis PLTS.
Pendekatan ini membuat proyek tersebut tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengurangi sampah plastik, tetapi juga bagaimana teknologi pengolahan limbah dapat dikombinasikan dengan sumber energi alternatif.
Kenapa Mojokerto Menjadi Menarik?Kembangbelor merupakan kawasan desa wisata yang memiliki aktivitas wisatawan. Kondisi tersebut membuat munculnya sampah dari kegiatan wisata menjadi salah satu persoalan yang perlu dikelola.
Dalam program ini, pemerintah desa melalui BUMDes Rukun Sejahtera terlibat sebagai mitra utama. Pengelola destinasi wisata Bernah De Vallei dan Klurak Eco Park juga dilibatkan untuk membantu membangun rantai pasok sampah plastik yang berasal dari aktivitas wisata.
Dengan adanya sumber sampah yang lebih terarah, proses pemilahan dan pengolahan dapat dilakukan sejak dari lingkungan sekitar. Hal ini penting karena kualitas material yang sudah tercampur dengan berbagai jenis sampah biasanya lebih sulit dikendalikan.
Bukan Sekadar Mengurangi SampahSalah satu hal menarik dari konsep ini adalah adanya upaya untuk memberikan nilai ekonomi terhadap material yang sebelumnya tidak memiliki nilai tinggi. Botol dan gelas plastik yang sudah dipilah dan dicacah, misalnya, dapat memiliki nilai jual berbeda dibandingkan plastik yang masih tercampur dengan sampah lainnya.
Jika model seperti ini dapat berjalan secara konsisten, pengelolaan sampah berpotensi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Sampah tidak lagi hanya dilihat sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang masih dapat dimanfaatkan.
Teknologi Pirolisis Juga Dikembangkan di PasuruanPerkembangan teknologi pengolahan plastik berbasis pirolisis ternyata tidak hanya berlangsung di Mojokerto. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebelumnya juga melakukan pendampingan di Desa Randupitu, Gempol, Pasuruan, untuk meningkatkan kualitas hasil pengolahan sampah menjadi bahan bakar.
Dalam kegiatan tersebut, tim Departemen Kimia ITS melakukan evaluasi terhadap proses pirolisis, peralatan, serta kualitas minyak yang dihasilkan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas produk agar lebih siap dimanfaatkan.
Perkembangan di Mojokerto dan Pasuruan menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sampah berbasis pirolisis mulai menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan di Jawa Timur. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengendalian teknologi, pemilahan material, serta evaluasi kualitas hasil pengolahan.
Apa Hubungannya dengan Industri Plastik?Bagi industri plastik dan packaging, perkembangan seperti ini menunjukkan bahwa siklus hidup material plastik semakin banyak diperhatikan. Kemasan tidak hanya dilihat dari fungsi saat digunakan, tetapi juga dari apa yang dapat dilakukan terhadap material tersebut setelah menjadi sampah.
Hal ini sejalan dengan berkembangnya konsep ekonomi sirkular, yaitu pendekatan yang berusaha mempertahankan nilai material selama mungkin melalui penggunaan kembali, pemrosesan, maupun pemanfaatan kembali.
Perkembangan regulasi seperti Extended Producer Responsibility (EPR) juga membuat isu pengelolaan kemasan semakin relevan bagi industri. Produsen dan pelaku usaha perlu mulai memahami bagaimana material kemasan dapat dikelola setelah digunakan.
Baca juga: Aturan Baru BPA pada Kemasan Pangan, Apa Dampaknya bagi Industri Plastik?
Apakah Semua Plastik Bisa Diolah dengan Pirolisis?Tidak semua jenis plastik dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Karakteristik material, komposisi, kontaminasi, dan teknologi yang digunakan akan menentukan bagaimana suatu plastik dapat diproses.
Karena itu, pemilahan dari sumber menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah. Plastik yang sudah dipisahkan berdasarkan jenisnya akan lebih mudah diarahkan ke proses pengolahan yang sesuai.
Ini juga menjadi alasan mengapa edukasi mengenai jenis material plastik penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Mengenali jenis plastik dapat membantu menentukan bagaimana material tersebut sebaiknya digunakan, dikumpulkan, dan dikelola setelah menjadi limbah.
Peluang Baru untuk Ekonomi SirkularProgram di Kembangbelor juga memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dapat dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Perguruan tinggi menyediakan teknologi dan pengetahuan, pemerintah desa mendukung infrastruktur serta sumber daya, sementara pengelola wisata dapat membantu menyediakan sumber material yang akan diolah.
Model kolaborasi seperti ini berpotensi menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dapat dihubungkan dengan kegiatan ekonomi lokal dan wisata edukasi. Dalam program tersebut, bahkan terdapat gagasan agar tempat pengolahan sampah dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata edukasi lingkungan.
Apa Dampaknya bagi Bisnis Packaging?Bagi bisnis packaging, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa pemilihan material semakin penting. Selain mempertimbangkan harga, kekuatan, ukuran, dan fungsi kemasan, pelaku usaha juga perlu memperhatikan karakteristik material serta perkembangan pengelolaan sampah di masa mendatang.
Distributor dan supplier packaging juga dapat membantu pelanggan dengan memberikan informasi yang jelas mengenai jenis material, fungsi produk, serta penggunaannya. Hal tersebut semakin relevan ketika bisnis makanan, minuman, dan UMKM mulai memperhatikan aspek keberlanjutan dalam memilih kemasan.
Untuk kebutuhan kemasan plastik dan packaging berbagai jenis usaha, MultiPlastik menyediakan berbagai pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Baca juga: Distributor Plastik Surabaya – Supplier Plastik Kemasan untuk Berbagai Kebutuhan Bisnis
KesimpulanPengembangan teknologi pengolahan sampah plastik di Desa Wisata Kembangbelor, Mojokerto, menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat didekati dengan kombinasi teknologi, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.
Penggabungan pencacahan plastik, pirolisis, refinery, dan energi surya menjadi salah satu contoh bagaimana sampah plastik dapat diarahkan menjadi material yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung kebutuhan operasional.
Bagi industri plastik, perkembangan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kemasan tidak lagi berhenti pada proses produksi dan penggunaan. Pengelolaan material setelah menjadi sampah juga semakin menjadi bagian dari rantai industri.
Dengan semakin berkembangnya teknologi pengolahan dan konsep ekonomi sirkular, peluang pemanfaatan kembali material plastik di Indonesia masih terbuka luas. Tantangannya adalah memastikan teknologi, pemilahan, kualitas material, dan sistem pengelolaannya dapat berjalan secara konsisten.
Sumber Berita dan ReferensitvOne News — laporan mengenai pengembangan pengolahan sampah plastik berbasis pirolisis dan energi surya di Desa Wisata Kembangbelor, Pacet, Mojokerto, diterbitkan 20 September 2026.
Baca berita selengkapnya di tvOne News
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — informasi mengenai pengembangan teknologi pirolisis untuk meningkatkan kualitas hasil pengolahan sampah menjadi bahan bakar di Desa Randupitu, Gempol, Pasuruan.
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) — informasi terkait pengembangan teknologi energi terbarukan dan kegiatan PENS di wilayah Mojokerto.
Artikel Terkait di MultiPlastikAturan Baru BPA pada Kemasan Pangan: Apa Dampaknya bagi Industri Plastik?
Distributor Plastik Surabaya – Supplier Plastik Kemasan untuk Berbagai Kebutuhan Bisnis
Hashtag#SampahPlastik #DaurUlangPlastik #PirolisisPlastik #PlastikIndonesia #IndustriPlastik #PengolahanSampah #EkonomiSirkular #EnergiSurya #EnergiTerbarukan #Mojokerto #JawaTimur #PacetMojokerto #PackagingIndonesia #KemasanPlastik #IndustriKemasan #BisnisPlastik #SupplierPlastik #DistributorPlastik #TeknologiPlastik #MultiPlastik