Jualan Gorengan? Ini Cara Memilih Kemasan agar Tetap Praktis untuk Dibawa Pulang
Gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, risoles, dan cireng menjadi pilihan jualan yang banyak dijumpai di berbagai tempat. Agar pesanan mudah dibawa pulang dan tetap menarik saat diterima pelanggan, pelaku usaha perlu memilih kemasan gorengan untuk jualan yang sesuai dengan jenis makanan dan cara penjualannya.
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus. Jenis bahan, ukuran, sirkulasi udara, serta cara mengemas dapat memengaruhi kondisi gorengan selama perjalanan. Jika uap panas terperangkap di dalam wadah, kelembapan dapat membuat lapisan luar gorengan lebih cepat lembek.
Lalu, apa kemasan yang cocok untuk usaha gorengan? Berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh pelaku UMKM kuliner.
1. Kertas Pembungkus untuk Penjualan Harian
Kertas pembungkus dapat menjadi pilihan praktis untuk penjualan gorengan di warung, gerobak, kantin, maupun usaha jajanan rumahan. Kemasan ini mudah digunakan untuk membungkus beberapa potong gorengan sesuai pesanan.
Untuk makanan berminyak, pilih kertas yang memang sesuai untuk kontak dengan pangan dan memiliki karakteristik yang cocok untuk penggunaan tersebut. Kertas biasa belum tentu tahan minyak, sehingga perlu diperhatikan agar minyak tidak mudah merembes ke luar.
Ukuran kertas juga perlu disesuaikan dengan jumlah dan ukuran gorengan. Pembungkus yang terlalu kecil dapat membuat makanan tertekan, sedangkan ukuran terlalu besar bisa menambah penggunaan bahan yang tidak diperlukan.
2. Paper Bag untuk Pesanan yang Praktis Dibawa
Paper bag makanan dapat dipertimbangkan untuk pesanan takeaway, terutama ketika pelanggan membeli beberapa jenis jajanan sekaligus. Bentuk kantong membantu mengumpulkan pesanan dalam satu kemasan sehingga lebih mudah dibawa.
Namun, tidak semua paper bag cocok untuk makanan berminyak atau masih panas. Pilih jenis kertas dan konstruksi yang sesuai dengan beban serta karakteristik makanan. Untuk gorengan yang mengandung banyak minyak, gunakan pembungkus bagian dalam yang sesuai agar minyak tidak langsung merembes ke kantong luar.
Paper bag juga dapat digunakan bersama label merek untuk membantu pelanggan mengenali usaha. Jika ingin menambahkan logo atau identitas produk, pastikan tinta dan bagian yang bersentuhan dengan makanan memenuhi persyaratan yang sesuai.
3. Paper Box atau Wadah Makanan untuk Paket Gorengan
Jika usaha menjual paket gorengan dalam jumlah lebih banyak, paper box atau wadah makanan dapat menjadi alternatif. Bentuk kotak membantu menjaga pesanan tetap terkumpul dan mengurangi risiko makanan tertekan selama dibawa.
Untuk gorengan yang baru diangkat dari penggorengan, perhatikan sirkulasi uap di dalam kemasan. Wadah yang tertutup rapat dapat menahan uap dan menyebabkan kondensasi. Jika gorengan ingin tetap renyah, pertimbangkan kemasan yang memungkinkan pelepasan uap secara memadai serta cara pengemasan yang tepat.
Pastikan pula wadah yang dipilih cukup kuat untuk jumlah dan berat makanan. Jangan hanya mempertimbangkan tampilan kemasan, tetapi periksa juga ketahanan terhadap minyak dan kondisi penggunaan sebenarnya.
4. Wadah Plastik Bertutup untuk Kebutuhan Tertentu
Wadah plastik bertutup dapat digunakan untuk jenis makanan atau paket tertentu jika bahan dan bentuknya sesuai. Wadah ini membantu melindungi makanan dari kontak langsung dengan lingkungan selama penanganan.
Akan tetapi, wadah plastik yang tertutup rapat tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk gorengan yang masih panas. Uap dapat terperangkap di dalamnya dan membuat permukaan makanan menjadi lembap. Karena itu, pertimbangkan karakteristik produk, waktu pengantaran, dan desain wadah sebelum menentukan pilihan.
Pastikan bahan kemasan sesuai untuk kontak dengan pangan dan kondisi penggunaannya. Jangan menggunakan wadah yang tidak dirancang untuk bersentuhan dengan makanan panas atau berminyak.
5. Pilih Kemasan Berdasarkan Jenis Gorengan
Setiap jenis gorengan memiliki ukuran, tekstur, dan kadar minyak yang berbeda. Oleh sebab itu, satu jenis kemasan belum tentu cocok untuk semua menu.
- Bakwan dan tempe goreng: pertimbangkan pembungkus atau wadah yang praktis serta sesuai untuk makanan berminyak.
- Risoles dan pastel: gunakan kemasan dengan ruang yang cukup agar bentuk makanan tidak mudah rusak atau tertekan.
- Tahu crispy dan cireng: perhatikan sirkulasi uap agar kelembapan tidak terlalu banyak terperangkap.
- Paket gorengan campur: pilih kemasan yang cukup kuat untuk menampung beberapa jenis makanan dan mudah dibawa pelanggan.
Jika pesanan juga dilengkapi sambal atau saus, sebaiknya pisahkan pelengkap tersebut menggunakan wadah yang sesuai. Kontak langsung dengan saus dapat membuat permukaan gorengan lebih cepat lembek.
6. Jangan Langsung Menutup Gorengan Saat Masih Mengepul
Pemilihan kemasan perlu disertai cara pengemasan yang tepat. Gorengan yang baru diangkat masih melepaskan panas dan uap air. Jika langsung dimasukkan ke wadah tertutup, uap dapat mengembun dan kembali membasahi permukaan makanan.
Tiriskan gorengan terlebih dahulu dan beri waktu agar uap berlebih keluar sebelum dikemas. Gunakan alat bantu yang bersih saat memindahkan makanan, serta hindari menumpuk gorengan terlalu padat.
Untuk pesanan takeaway, sesuaikan metode pengemasan dengan waktu tunggu dan perjalanan pelanggan. Kemasan yang tepat dapat membantu menjaga kondisi makanan, tetapi tidak bisa menjamin gorengan akan tetap renyah dalam semua kondisi.
7. Hitung Biaya Kemasan per Porsi
Dalam menjalankan usaha gorengan, biaya kemasan perlu diperhitungkan bersama biaya bahan baku, minyak goreng, tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya.
Hitung biaya pembungkus atau wadah untuk setiap porsi, termasuk kantong luar atau wadah tambahan jika diperlukan. Setelah itu, bandingkan pilihan kemasan berdasarkan harga, fungsi, ukuran, dan kebutuhan pelanggan.
Untuk usaha yang baru berkembang, pelaku UMKM dapat mencoba beberapa jenis kemasan dalam jumlah terbatas terlebih dahulu. Periksa apakah kemasan mudah digunakan saat jam ramai, cukup kuat untuk dibawa, dan sesuai dengan harga jual produk.
Di Mana Mencari Kemasan untuk Usaha Gorengan?
Sebelum membeli kemasan dalam jumlah besar, tentukan cara penjualan yang paling sering dilakukan. Penjual gorengan yang melayani pembelian langsung mungkin membutuhkan pembungkus sederhana, sedangkan usaha dengan pesanan paket atau layanan pengantaran dapat memerlukan wadah yang lebih kokoh.
MultiPlastik menyediakan berbagai pilihan produk kemasan untuk kebutuhan usaha makanan dan minuman. Pelaku UMKM dapat melihat pilihan yang tersedia dan menyesuaikannya dengan jenis produk, ukuran porsi, serta kebutuhan operasional.
Untuk referensi, kunjungi halaman supplier kemasan Surabaya untuk UMKM dan bisnis F&B atau halaman distributor plastik Surabaya dan supplier kemasan MultiPlastik.
Kesimpulan
Memilih kemasan gorengan untuk jualan perlu mempertimbangkan jenis makanan, kadar minyak, sirkulasi uap, ukuran porsi, cara pengantaran, dan biaya per kemasan. Kertas pembungkus, paper bag, paper box, maupun wadah plastik dapat digunakan sesuai fungsi dan spesifikasinya.
Selain memilih wadah yang sesuai, tiriskan gorengan sebelum dikemas, hindari menumpuk makanan terlalu padat, dan pisahkan sambal atau saus. Dengan pengemasan yang tepat, pelaku usaha dapat menyajikan pesanan secara lebih rapi dan praktis untuk dibawa pelanggan.
Baca Juga:
- Jualan Makanan Online? Begini Cara Memilih Kemasan agar Tidak Mudah Bocor
- Supplier Kemasan Surabaya untuk UMKM dan Bisnis F&B
- Jualan Sambal? Ini Cara Memilih Kemasan yang Tepat
#KemasanGorengan #JualanGorengan #KemasanMakanan #UMKMMakanan #BisnisKuliner #PackagingUMKM #SupplierKemasanSurabaya #MultiPlastik
```