Stok Kemasan Usaha F&B: Cara Menghitung Kebutuhan agar Tidak Kurang atau Menumpuk
Dalam menjalankan usaha makanan dan minuman, persediaan bahan baku bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Stok kemasan juga harus direncanakan dengan baik agar kegiatan operasional tetap berjalan lancar. Kekurangan cup plastik, thinwall, paper bowl, atau kemasan lainnya dapat menghambat proses pelayanan, terutama ketika pesanan sedang meningkat.
Di sisi lain, menyimpan kemasan terlalu banyak juga dapat membuat modal usaha tertahan dan memenuhi ruang penyimpanan. Karena itu, pelaku usaha F&B perlu mengetahui cara menghitung kebutuhan stok kemasan berdasarkan jumlah penjualan dan pola pemakaian.
1. Catat Rata-Rata Pemakaian Kemasan Setiap Hari
Langkah pertama adalah mengetahui berapa banyak kemasan yang digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Catat jumlah pesanan dan jenis kemasan yang digunakan selama beberapa hari atau minggu.
Misalnya, sebuah usaha minuman menggunakan sekitar 100 cup plastik setiap hari. Sementara itu, usaha makanan menggunakan 60 thinwall dan 30 paper bowl per hari. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkirakan kebutuhan persediaan.
Jika usaha memiliki beberapa jenis produk, pisahkan pencatatan berdasarkan ukuran dan jenis kemasan. Dengan begitu, pemilik usaha dapat mengetahui produk kemasan mana yang paling cepat habis.
2. Hitung Kebutuhan Kemasan Mingguan dan Bulanan
Setelah mengetahui pemakaian harian, hitung kebutuhan berdasarkan periode operasional. Perhitungan sederhana dapat menggunakan rumus berikut:
Kebutuhan kemasan = Rata-rata pemakaian harian × Jumlah hari operasional
Sebagai contoh, sebuah kedai minuman menggunakan 100 cup plastik setiap hari dan beroperasi selama 30 hari dalam sebulan.
100 cup × 30 hari = 3.000 cup per bulan.
Artinya, usaha tersebut membutuhkan sekitar 3.000 cup plastik untuk memenuhi kebutuhan operasional selama satu bulan, sebelum memperhitungkan stok cadangan.
3. Sediakan Stok Cadangan untuk Mengantisipasi Lonjakan Pesanan
Jumlah penjualan tidak selalu sama setiap hari. Pada akhir pekan, musim liburan, atau saat menjalankan promosi, jumlah pesanan dapat meningkat dibandingkan hari biasa.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pelaku usaha dapat menyediakan stok cadangan. Besarnya cadangan bisa disesuaikan dengan kestabilan penjualan dan kemudahan memperoleh pasokan.
Contohnya, jika kebutuhan bulanan mencapai 3.000 cup dan usaha menetapkan cadangan sebesar 10%, perhitungannya menjadi:
3.000 cup + 300 cup = 3.300 cup.
Dengan demikian, target persediaan untuk satu bulan adalah sekitar 3.300 cup. Persentase cadangan tersebut bukan angka baku dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi bisnis masing-masing.
4. Perhatikan Waktu Pengadaan dari Supplier
Selain jumlah pemakaian, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan stok baru juga perlu diperhitungkan. Jika pengadaan membutuhkan beberapa hari, pemilik usaha sebaiknya melakukan pemesanan sebelum persediaan benar-benar habis.
Salah satu cara sederhana adalah menggunakan titik pemesanan ulang atau reorder point.
Reorder point = Pemakaian harian × Waktu pengadaan + Stok pengaman
Misalnya, kebutuhan cup plastik adalah 100 pcs per hari, waktu pengadaan diperkirakan 4 hari, dan stok pengaman ditetapkan sebanyak 200 pcs.
(100 × 4) + 200 = 600 pcs.
Artinya, ketika stok cup tersisa sekitar 600 pcs, usaha tersebut sudah dapat mulai melakukan pemesanan ulang. Perhitungan ini membantu mengurangi risiko kehabisan kemasan ketika menunggu pasokan datang.
5. Sesuaikan Jumlah Stok dengan Kapasitas Penyimpanan
Membeli kemasan dalam jumlah besar belum tentu selalu menjadi pilihan terbaik. Pelaku usaha perlu memperhatikan luas gudang, kondisi penyimpanan, perputaran produk, dan kemampuan modal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Simpan kemasan di tempat bersih dan kering.
- Hindari penempatan langsung di lantai atau area yang lembap.
- Pisahkan kemasan berdasarkan jenis dan ukuran agar mudah ditemukan.
- Gunakan sistem stok masuk lebih dahulu untuk produk yang sudah tersedia lebih lama.
- Evaluasi kemasan yang jarang digunakan agar tidak menumpuk terlalu lama.
Pengelolaan penyimpanan yang baik membantu menjaga kualitas kemasan sekaligus mempermudah proses pengambilan barang saat dibutuhkan.
6. Kelompokkan Stok Berdasarkan Jenis Kemasan
Usaha F&B biasanya menggunakan lebih dari satu jenis kemasan. Setiap produk memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pencatatannya sebaiknya dipisahkan.
- Cup plastik: digunakan untuk minuman dingin, kopi, jus, dan berbagai minuman lainnya.
- Thinwall: digunakan untuk makanan siap saji, lauk, dan berbagai hidangan yang membutuhkan wadah tertutup.
- Paper bowl: cocok untuk makanan berkuah, rice bowl, mi, dan hidangan praktis lainnya sesuai spesifikasi produknya.
- Mika makanan: digunakan untuk kue, jajanan, buah potong, dan produk makanan yang membutuhkan kemasan transparan.
- Plastik PP dan LDPE: digunakan untuk berbagai kebutuhan pengemasan sesuai karakteristik bahan dan produk.
Dengan pengelompokan tersebut, pemilik usaha dapat membuat catatan stok yang lebih teratur dan mengetahui jenis kemasan yang harus diprioritaskan saat melakukan pembelian.
7. Evaluasi Supplier dan Jadwal Pembelian Secara Berkala
Pengelolaan stok yang baik juga perlu didukung oleh pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan usaha. Pelaku bisnis sebaiknya mempertimbangkan ketersediaan produk, variasi ukuran, konsistensi kualitas, harga, dan kemampuan pemasok dalam memenuhi pesanan.
Jadwal pembelian dapat dibuat secara mingguan, dua mingguan, atau bulanan sesuai dengan tingkat pemakaian. Untuk produk yang cepat habis, pemeriksaan stok dapat dilakukan lebih sering dibandingkan produk yang jarang digunakan.
Memiliki pemasok kemasan yang sesuai dengan kebutuhan operasional dapat membantu usaha menjaga ketersediaan barang dan mengurangi risiko gangguan pelayanan.
Contoh Simulasi Menghitung Kebutuhan Stok Kemasan
Berikut contoh sederhana perhitungan persediaan untuk usaha F&B yang menggunakan beberapa jenis kemasan. Simulasi ini menggunakan asumsi operasional selama 30 hari dan cadangan stok sebesar 10%.
| Jenis Kemasan | Pemakaian Harian | Kebutuhan Bulanan | Target + Cadangan 10% |
|---|---|---|---|
| Cup plastik | 100 pcs | 3.000 pcs | 3.300 pcs |
| Thinwall | 50 pcs | 1.500 pcs | 1.650 pcs |
| Paper bowl | 30 pcs | 900 pcs | 990 pcs |
Angka tersebut merupakan simulasi untuk membantu pelaku usaha memahami perhitungan stok. Kebutuhan sebenarnya dapat berbeda tergantung jumlah pesanan, hari operasional, dan pola penjualan masing-masing bisnis.
Kesimpulan
Menghitung kebutuhan stok kemasan merupakan bagian penting dalam pengelolaan usaha F&B. Dengan mencatat pemakaian harian, memperkirakan kebutuhan bulanan, menyediakan stok cadangan, serta menentukan waktu pemesanan ulang, pelaku usaha dapat menjaga ketersediaan kemasan tanpa harus menyimpan persediaan secara berlebihan.
Perencanaan stok yang teratur juga membantu mengendalikan modal, mengoptimalkan ruang penyimpanan, dan menjaga kelancaran pelayanan kepada pelanggan.
Butuh berbagai pilihan kemasan untuk mendukung operasional bisnis makanan dan minuman? Multiplastik menyediakan beragam kebutuhan kemasan, mulai dari cup plastik, thinwall, paper bowl, mika, hingga berbagai jenis plastik untuk kebutuhan usaha.
Temukan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan bisnis melalui katalog produk Multiplastik.
Baca juga:
- Supplier Kemasan untuk UMKM dan Bisnis F&B
- Cara Memilih Cup Plastik untuk Usaha Minuman
- Cara Memilih Kemasan Makanan agar Tidak Mudah Bocor
#StokKemasan #KemasanUMKM #UsahaFNB #PackagingMakanan #BisnisKuliner #SupplierKemasan #Multiplastik
```