Produk UMKM Siap Masuk Ritel, Apa yang Perlu Disiapkan Selain Barcode?
Produk UMKM yang memiliki rasa enak atau kualitas bagus belum tentu langsung siap masuk ke jaringan ritel modern. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kemasan, identitas merek, informasi produk, konsistensi kualitas, serta persyaratan distribusi yang berlaku.
Pada 6 Oktober 2026, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku UMKM untuk melengkapi produknya dengan barcode agar lebih mudah terintegrasi dengan sistem pencatatan ritel. Pemerintah juga terus mengupayakan perluasan akses pasar melalui kerja sama dengan pelaku ritel modern. Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi Kemendag mengenai peluang produk UMKM menembus ritel.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan selain barcode? Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan pelaku usaha sebelum memperluas pemasaran produknya.
1. Gunakan Kemasan yang Sesuai dengan Karakter Produk
Kemasan merupakan salah satu hal pertama yang dilihat konsumen ketika menemukan produk di rak toko. Selain membantu melindungi produk, kemasan juga berfungsi menyampaikan identitas merek dan memberikan informasi kepada calon pembeli.
Produk makanan kering, camilan, minuman, bumbu, dan makanan siap santap memiliki kebutuhan kemasan yang berbeda. Karena itu, pelaku usaha perlu memilih jenis kemasan berdasarkan karakter produk, cara penyimpanan, distribusi, serta ketentuan keamanan pangan yang berlaku.
Untuk produk pangan, jangan hanya mempertimbangkan tampilan. Pastikan bahan kemasan sesuai untuk kontak dengan pangan yang dikemas dan digunakan mengikuti petunjuk produsen.
2. Perhatikan Label dan Informasi Produk
Label membantu konsumen mengenali produk dan memahami informasi penting sebelum membeli. Pelaku UMKM perlu memeriksa kesesuaian informasi pada label dengan kategori dan ketentuan produk yang dijual.
Untuk produk pangan olahan, informasi yang perlu diperhatikan dapat mencakup nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, identitas produsen, informasi kedaluwarsa, serta nomor izin edar atau keterangan lain apabila diwajibkan. Ketentuan pastinya bergantung pada jenis produk dan peraturan yang berlaku.
Pastikan tulisan mudah dibaca, informasi tidak menyesatkan, dan desain label tidak menutupi informasi penting. Jika produk ditujukan untuk jaringan ritel, periksa juga persyaratan label yang ditetapkan calon mitra penjualan.
3. Siapkan Barcode Sesuai Kebutuhan Distribusi
Barcode dapat membantu proses identifikasi produk dan mendukung pencatatan dalam sistem perdagangan. Bagi UMKM yang ingin menjangkau ritel modern, kebutuhan barcode sebaiknya dibicarakan sejak awal dengan calon mitra atau pihak penyedia layanan barcode resmi.
Pelaku usaha perlu memastikan identitas produk dan data yang berkaitan dengan barcode konsisten. Jangan menganggap barcode saja sudah menjamin produk diterima oleh ritel, karena setiap jaringan usaha dapat memiliki persyaratan tambahan terkait kualitas, dokumen, harga, pasokan, dan kategori produk.
Untuk memahami latar belakang program pemerintah, baca juga informasi Kemendag tentang fasilitasi barcode bagi UMKM.
4. Bangun Identitas Merek yang Konsisten
Identitas merek membantu produk lebih mudah dikenali oleh konsumen. Nama merek, logo, warna, desain kemasan, dan gaya komunikasi sebaiknya dibuat konsisten agar produk memiliki tampilan yang profesional.
Desain yang menarik tidak harus selalu rumit. Informasi yang jelas, tipografi yang mudah dibaca, komposisi visual yang rapi, dan pemilihan warna yang sesuai dapat membantu membedakan produk dari kompetitor.
Kemendag juga menyampaikan rencana fasilitasi branding bagi sekitar 500 UMKM untuk meningkatkan daya saing produk. Dukungan yang disebutkan mencakup branding, standardisasi, kemasan, kualitas, dan akses pasar. Baca pemberitaan ANTARA mengenai rencana fasilitas branding bagi UMKM untuk informasi lebih lanjut.
5. Jaga Konsistensi Kualitas dan Ketersediaan Stok
Produk yang menarik perlu didukung kualitas yang konsisten. Perbedaan rasa, ukuran, berat, tampilan, atau kondisi produk dari satu batch ke batch berikutnya dapat memengaruhi kepercayaan konsumen maupun mitra ritel.
Pelaku usaha juga perlu memperhitungkan kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, ketahanan produk selama distribusi, dan kemampuan memenuhi pesanan ulang. Sebelum menawarkan produk ke jaringan yang lebih besar, pastikan proses produksi dan pengemasan dapat mendukung permintaan secara berkelanjutan.
6. Pilih Supplier Kemasan yang Mendukung Kebutuhan Usaha
Memilih supplier kemasan yang memiliki pilihan produk beragam dapat membantu UMKM menyesuaikan kemasan dengan kebutuhan usahanya. Pertimbangkan ukuran, bahan, fungsi, konsistensi ketersediaan stok, dan biaya kemasan dalam perhitungan harga jual produk.
MultiPlastik menyediakan berbagai kebutuhan kemasan untuk bisnis dan UMKM, termasuk cup plastik, thinwall, mika, paper bowl, serta produk kemasan lainnya. Untuk melihat pilihan kemasan berdasarkan kebutuhan bisnis, kunjungi halaman supplier kemasan Surabaya untuk UMKM dan bisnis F&B.
Pelaku usaha juga dapat membaca panduan distributor plastik Surabaya dan supplier kemasan untuk berbagai kebutuhan bisnis sebagai referensi dalam mencari pilihan kemasan.
Kesimpulan
Persiapan masuk ritel modern tidak berhenti pada pembuatan barcode. UMKM perlu memperhatikan kemasan, informasi label, identitas merek, kualitas produk, dan kesiapan memenuhi kebutuhan distribusi. Setiap jaringan ritel dapat memiliki persyaratan tersendiri, sehingga pelaku usaha sebaiknya memeriksa ketentuan calon mitra sebelum mengajukan produknya.
Dengan persiapan yang terencana, produk UMKM memiliki peluang lebih baik untuk tampil profesional, membangun kepercayaan konsumen, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca Juga:
- Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Kemasan Jadi Bagian Penting untuk Naik Kelas
- Supplier Kemasan Surabaya untuk UMKM dan Bisnis F&B
- Distributor Plastik Surabaya untuk Berbagai Kebutuhan Bisnis
Hashtag:
#MultiPlastik #UMKMIndonesia #KemasanProduk #KemasanUMKM #BrandingUMKM #BarcodeProduk #RitelModern #PackagingIndonesia #SupplierKemasan #BisnisKuliner